Adam Malik Ternyata Agen CIA (Terlibat Operasi “Tas Hitam”)

Adam Malik, CIA, Tiga Serangkai dan Operasi Tas Hitam
Nurul Hidayati – detikNews


Jakarta – Dari 800 lebih halaman di buku Membongkar Kegagalan CIA karya Tim Weiner, wartawan The New York Times yang pernah meraih Pulitzer, cerita soal Indonesia hanya makan 5 halaman saja, dimulai pada halaman 329. Meski sekelumit, namun pengakuan perwira CIA bahwa Adam Malik adalah agen CIA menggegerkan Tanah Air.

“Saya merekrut dan mengontrol Adam Malik,” ujar Clyde McAvoy, perwira CIA itu, dalam sebuah wawancara pada tahun 2005. McAvoy bertemu dengan Adam Malik di sebuah tempat rahasia dan aman di Jakarta pada 1964.

“Dia adalah pejabat Indonesia tertinggi yang pernah kami rekrut,” tambah McAvoy.

Adam Malik dirinci lebih dalam lagi setelah itu. Disebutkan, dalam beberapa minggu yang menegangkan pada bulan Oktober 1965, Negara Indonesia terpecah dua.

Tim Weiner menulis, “CIA berusaha mengkonsolidasi sebuah pemerintah bayangan, sebuah kelompok tiga serangkai yang terdiri atas Adam Malik, Sultan yang memerintah di Jawa Tengah, dan perwira tinggi angkatan darat berpangkat mayor jenderal bernama Suharto.

“Malik memanfaatkan hubungan dengan CIA untuk mengadakan serangkaian pertemuan rahasia dengan Duta Besar Amerika yang baru di Indonesia, Marshall Green. Sang Duta Besar mengatakan bahwa dia bertemu dengan Adam Malik “di sebuah lokasi rahasia” dan mendapatkan “gambaran yang sangat jelas tentang apa yang dipikirkan Soeharto dan apa yang dipikirkan Malik serta apa yang mereka usulkan untuk dilakukan” buat membebaskan Indonesia dari komunisme melalui gerakan politik baru yang mereka pimpin, yang disebut Kap-Gestapu.
……..

Tim Weiner juga menulis, “Pada pertengahan bulan Oktober 1965, Malik mengirimkan seorang pembantunya ke kediaman perwira politik senior kedutaan, Bob Martens, yang pernah bertugas di Moskow ketika Malik juga bertugas di sana sebagai diplomat Indonesia. Martens menyerahkan kepada utusan Malik itu sebuah daftar yang tidak bersifat rahasia, yang berisi nama 67 pemimpin PKI, sebuah daftar yang telah dia rangkum dari kliping-kliping surat kabar komunis.”

Pada bagian lain disebutkan juga bahwa Duta Besar Green, McGeorge Bundy (Penasihat Keamanan Nasional) dan Bill Bundy (Asisten Menlu untuk Timur Jauh), melihat Suharto dan Kap-Gestapu layak mendapat bantuan AS. Namun Duta Besar Green mengingatkan bahwa bantuan itu tidak boleh berasal dari Pentagon atau Deplu. Program bantuan itu tidak akan bisa dirahasiakan; risiko politisnya sangat besar. Akhirnya disepakati bahwa uang itu harus ditangani oleh CIA.

Mereka sepakat untuk mendukung militer Indonesia dalam bentuk bantuan obat-obatan senilai US$ 500.000 yang akan dikirimkan melalui CIA dengan pengertian bahwa angkatan darat akan menjual obat-obatan tersebut untuk mendapatkan uang tunai.

Dubes Green, setelah berunding dengan Hugh Tovar, mengirimkan pesan telegram kepada Bill Bundy, yang merekomendasikan pembayaran uang dalam jumlah yang cukup besar kepada Adam Malik:

“Ini untuk menegaskan persetujuan saya sebelumnya bahwa kita menyediakan uang tunai sebesar Rp 50 juta (sekitar $ 10 ribu) buat Malik untuk membiayai semua kegiatan gerakan Kap-Gestapu. Kelompok aksi yang beranggotakan warga sipil tetapi dibentuk oleh militer masih memikul kesulitan yang diakibatkan oleh semua upaya represif yang sedang berlangsung…

Kesediaan kita untuk membantu dia dengan cara ini, menurut saya , akan membuat Malik berpikir bahwa kita setuju dengan peran yang dimainkannya dalam sebuah kegiatan anti-PKI, dan akan memajukan hubungan kerja sama yang baik antara dia dan angkatan darat.

Kemungkinan terdeteksinya atau terungkapnya dukungan kita dalam hal ini sangatlah kecil, sebagaimana setiap operasi “tas hitam” yang telah kita lakukan.”

Tim Weiner juga menulis, “Sebuah gelombang besar kerusuhan mulai meningkat di Indonesia. Jenderal Suharto dan gerakan Kap-Gestapu telah membunuh begitu banyak orang. Dubes Green kemudian memberi tahu Wapres Hubert H Humprey dalam sebuah pembicaraan di kantor wakil presiden di Gedung Capitol bahwa “300.000 sampai 400.000 orang telah dibantai” dalam “sebuah pertumpahan darah besar-besaran”.

Wakil Presiden menyebutkan bahwa dia telah mengenal Adam Malik selama bertahun-tahun, dan Dubes memujinya sebagai “salah satu orang terpintar yang pernah dia temui.” Malik dilantik sebagai menteri luar negeri, dan dia diundang untuk berbincang-bincang selama 20 menit dengan Presiden Amerika di Oval Office. Mereka menghabiskan waktu berbincang-bincang tentang Vietnam.

Pada akhir pembicaraan mereka, Lydon Johnson mengatakan bahwa dia memiliki perhatian amat besar tentang perkembangan di Indonesia dan dia mengirimkan salam hangatnya untuk Malik dan Suharto. Dengan dukungan AS, Malik kemudian terpilih menjadi ketua Sidang Umum PBB.”
(nrl/anw)

36 Balasan ke Adam Malik Ternyata Agen CIA (Terlibat Operasi “Tas Hitam”)

  1. anti terorist mengatakan:

    Sangat mungkin. Banyak sekali kemungkinan. Bahkan sampai hai ini, saya sering membayangkan ada agen rahasia AS yang berkeliaran di Indonesia, entah untuk kepentingan politik, entah untuk kepentingan ekonomi, atau yang lain.

  2. cinta perdamaian mengatakan:

    kita liat aja nanti apa adam malik terbukti melakukan tindakan teroris. klo toh ternyata benar, maka adam malik tidak lebih dari hewan penjilat pungung sendiri.
    malu sama nama dong…

  3. Jimmy mengatakan:

    Ngga mungkin Bgt, Bapak Adam Malik itu anggota CIA
    ini cuma akal-akalan si Amerika Serikat
    buat bikin kondisi dalam negeri kacau
    kan skrg kita lagi krisis, jd mereka sengaja
    bikin hal kaya gini, sebaiknya kita semua
    Jgn di percaya hal semacam ini

  4. AAN mengatakan:

    AH BOHONG SEMUA ITU …YAH GITULAH CIA NGOMONGNYA BERBUAT TAPI TERNYATA GAK BERBUAT …………ITU BIAR BUKUNYA LAKU DAN RAME DI INDONESIA ..WASPADALAH PERANG OPINI BUKU KAWAN

  5. blackjack mengatakan:

    wow…kaget!!iya jgn2 kementrian sekarang di penuhi sama agen2 dari luar negeri gak hanya dari amerika??bisa juga dari rusia?dllnya?perasaan kan negara kita gak penah bener!!tapi ya gitulah

  6. Dapat duit mengatakan:

    pendapat saya sih hal itu sangat mungkin. Karena memang agen Amerika tersebar ke seluruh penjuru dunia. Yang pasti Amerika adalah penjajah bangsa-bangsa di seluruh dunia. Suharto adalah bukti antek Amerika yang terlihat jelas oleh mata

  7. Bima Suci mengatakan:

    SULTAN JOGYA,ntu pun buatan blanda kok.

    Klo mo tahu soeharto,minta za sesepuh-sesepuh mantan pejuang yang pernah disiksa dan ikut dibantai di pelosok NKRI.

    Berita ini dah 10tahun yang lalu saya ketahui dari plosok NKRI.

    Itulah,Koridor slama ini yang disembunyikan.
    JANGAN APRIORI DULU DENGAN LUAR NEGRI.BRITA DULU BANYAK YANG DISUNAT PEMERINTAH X-INDONESIA soeeeeharto Cs.

    Inalillahiwainnailaihiroziun.

    Tunggulah pejuang dari usia dibawah 30thn suatu hari nanti Unjuk Dada….

  8. bloghafidz mengatakan:

    haaaaaahhhhh……….
    salam kenal dari bandung ya

  9. arifrahmanlubis mengatakan:

    harus ada tindakan serius dari pemerintah kita untuk klarifikasi berita ini. harus ada bukti-bukti yg jelas.

    bisa jadi ini klaim sepihak. mengklaim pejabat tinggi kita sebagai agennya.. jelas ini merendahkan kita sebagai bangsa.

  10. langkisau mengatakan:

    kabar burung seperti yang diungkapkan Tim Weiner tentunya perlu disingkapi dengan seksama.. karena tidak mungkin ada asap kalau tidak ada apinya.. banyak hal bisa terjadi terhadap para pemimpin di indonesia ini.. siapa yang bisa menyangka mereka yang sebelumnya dinilai sangat berjasa, ternyata tak lebih dari penindas rakyat, perampok hak rakyat, munafik, hanjiang-hanjiang kurap.. mereka hanyalah memakai topeng untuk menutupi kebejatannya..

  11. petak mengatakan:

    Justeru jangan2 CIA besar cuma karena hasil tuduhan karet aja
    Pasng lagak mereka bisa kontrol semua

    Jangan sampe kita yang terkecoh
    malah nganggap semua operasi CIA berjalan diluar kepala kita

  12. Leo Kusuma mengatakan:

    KEBENARAN MEMANG MENYAKITKAN.

    Entah benar atau tidak perihal tulisan yang hanya 2 baris itu menyebutkan Bpk. ADAM MALIK direkrut CIA, kita perlu tahu dulu bagaimana menjadi penulis di negara seperti Amerika. Kita perlu merasa kebakaran jenggot yg tidak perlu. Lihat kenyataannya.
    Di negara Amerika, untuk menjadi penulis sangat lah tidak mudah. Untuk jenis novel fiksi saja, terkadang penulisnya melakukan riset hingga bertahun-tahun. Lihat saja seperti John Grisham. Sekalipun fiksi, akan tetapi oleh pihak penerbit beliau masih harus bisa menunjukkan literatur tentang kebenaran tokoh yang diceritakan. Bagaimana halnya dengan novel non fiksi seperti yang ditulis oleh Tim Weiner. Ini malah jauh lebih berat lagi. Apalagi jika buku yang ditulisnya lebih dari 100 halaman. Di sini, Tim Weiner tdk sekedar dituntut soal referensi ataupun narasumber, tapi juga dituntut keakurasian tokoh dan kejadian. Sewaktu melewati tim editor, terkadang dibutuhkan hingga lebih dari 10 orang editor untuk mengecek tulisan. Itu saja mereka lakukan berulang-ulang. Mengapa demikian? Maklum, masyarakat Amerika sudah terdidik menjadi masyaakat yg kritis, dalam hal apapun. Kesalahan dalam penulisan, apakah itu tulisan fiksi ataupun non fiksi bisa berakibat FATAL. Penulis bisa menjadi orang yg tdk dipercaya lagi oleh masyarakat, terutama kalangan penerbit. Jika itu terjadi, niscaya Tim Weiner tdk lagi menulis di kolom THE NEW YORK TIMES, tapi menulis di kolom kecil majalah gosip. Itu saja jika ada yg baik mau menerima.

    Perlu kita ketahui, jika Amerika telah mengeluarkan AMANDEMEN untuk memaksa organisasi seperti CIA membuka arsip setelah 30 tahun. Sumber yang diambil oleh Tim Weiner didasarkan pada berkas arsip CIA yang sudah bisa diakses oleh publik. Tentunya tidak sembarang masyarakat yang boleh mengakses, yaitu mereka yang berada di bawah organisasi tertentu yang reputasinya telah diakui secara nasional.

    Sesungguhnya, untuk apa kita mau MENGOMEL HANYA UNTUK MEMPERMASALAHKAN TULISAN 2 BARIS DARI TIM WEINER. Lagipula, Weiner tdk secara khusus menyebutkan Bpk Adam Malik sbg AGEN, HANYA MENULISKAN DIREKRUT DAN DIKENDALIKAN. Buku Tim Weiner sendri tidak membahas scr khusus tentang peran Bpk Adam Malik, kecuali beliau hanya lah tokoh2 yang dilibatkan oleh CIA. Saya curiga, justru sesungguhnya orang yang mendorong kasus ini lah yang merupakan AGEN CIA. Orang ini sengaja mengumbar emosi publik atau masyarakat Indonesia yang notabene orang-orang yang awam soal dunia intelejen. Motifnya sederhana, menghindari apabila dirinya disangkutpautkan.

    • boedytoghe mengatakan:

      Bpk Soekarno.bpk ku,kwn ku,guru ku,duka mendalam bagi almarhum,smoga arwah nya di trima di sisi nya,di ampuni sgala dosa nya,amin

    • boedytoghe mengatakan:

      Bpk Soekarno.bpk ku,kwn ku,guru ku,duka mendalam bagi almarhum,smoga arwah nya di trima di sisi nya,di ampuni sgala dosa nya,amin..revolusi belum selesai”.kalau bicara tentang kebenaran dan keadilan,pesan almarhum.bagai mana dngn saudara.?

  13. haryanto mengatakan:

    Ini sejarah ataukah pembunuhan karakter?

  14. omiyan mengatakan:

    duh aya aya wae…mana yang benar..

  15. asad mengatakan:

    Indonesia bukan negara bodoh tapi juga bukan negara kuat. ketersembunyian sejarah paling penting dan yang benar memungkinkan sebuah negara untuk TIDAK MUDAH DISUSUPI DAN DIKENDALIKAN SEKALIGUS DIJAJAH oleh bangsa lain di dunia. itulah tugas intelijen, menyembunyikan sejarah yang sangat penting. Persepsi itu adalah kekuatan yang sangat penting di dunia intelijen.

  16. angga mengatakan:

    tapi setahu saya CIA itu memang fair..setelah beberapa tahun 25 -50 tahun dokumen2 kejadian dulu memang akan dipublikasikan..dari kejadian2,agen2 yang bertugas semua dibeberkan dalam dokumen tersebut..

    soal keluarganya yang tidak tahu adam malik anggota CIA atau bukan!
    mana ada agen yang bilang ke anak dan istrinya kalo dia agen rahasia..apalagi agen inteligen

  17. Bang jibril mengatakan:

    kalo memang jujur memang ia adalah agen CIA kode R65, atas nama beliau, semua dokumen ttng beliau sdah di bakar bersama super semar,jadi hilang jejak, sementara yang di AS masih ada, silakan Rakyat menilai atas baik buruknya seorang pahlawan kita, ingat mereka diangkat pahlawan oleh suharto, sama2 antek AS.dan menerima uang untuk menjatuhkan ORLA, suatu saat nanti tuhan memberi jalan kebenaran untuk RI, atas perbuatannya kepada rakyat dan orang2 yang mereka Zholimi, dan anak cucunya akan menerima kesusahan atas perbuatan buruknya.Hukum Karma

  18. Bejo mengatakan:

    Kalau menurut saya sih… Adam Malik bukanlah agen CIA. Hanya saja ada kesamaan kepentingan antara dua pihak, yaitu CIA dan Orde Baru. Sehingga mereka berdua bekerjasama. Keuntungan CIA, masalah perang dingin; yaitu membantai partai yg berhaluan komunis seperti PKI. Sedangkan keuntungan Orde Baru, diuntungkan oleh bantuan dana, peralatan militer dan dukungan politik, dari pihak AS, untuk membentuk suatu pemerintahan baru; Orde Baru. Dengan cara memberantas semua yg dipihak Orde Lama, seperti PKI dan tokoh-tokoh nasionalis yg Soekarnois. Jadi masalah ini lebih mengerucut pada konflik antara Jenderal sayap kanan Angkatan Darat (embrio Orde Baru) vs PKI + Soekarnois (kekuatan utama Orde Lama).

  19. orang lemah mengatakan:

    kebongkaran intelijen2 akan d bongkar setiap 35 tahun…dan ADAM MALIK bukti nyata’y
    salah satu kelemahan bangsa indonesia adalah mudah tergiur oleh uang…mudah di sogok
    mari teman2 kita brantas korupsi dari skrg..

    kedua intelijen bisa masuk ke negara kita karna perkawinan dgn bangsa asing…hati2 dgn WNA yg ingin menikahi anak anda…jgn tergiur oleh ketampanan dan harta..karena bisa jadi dia intelijen asing

    ketiga…tolong mohon cintailah produk negara kita…sudah saatnya kita seprti china..yg sangat mencintai hasil ciptaanya..

  20. Marc Jacob Handbags mengatakan:

    klo bnr, kok bs kecolongn ya…
    rahasia negara qt ada yg d’colong ga tuch???????
    q pny impian, kpn ya indonesia bs menjajah negara lain!! jgn indonesia trz yg jd bangsa jajahan.

  21. glepz mengatakan:

    Yg lebih membingungkan SD nya saja gk klar namun gelar Yg dia miliki jauh di atas normal.

    sangat salute buat Bpk ADAM MALIK.

  22. Abdul mengatakan:

    Kalau kita membaca tentang kesaksian subandrio maka jelas sudah, bahwa memang cia memakai soeharto untuk membunuh para jendral agar pki dijadikan kambing hitamnya. Memang kebenaran kadang-kadang sangat menyakitkan. Tinggal mau tidak kita mengakui kebenaran tersebut…

  23. Abdul mengatakan:

    Sangat mungkin kalau adam malik agen cia, dan sangat mungkin kalau soeharto juga dipakai amerika untuk memberantas pki dengan cara menuduh dan mengfitnah pki yang membunuh para jendral. Padahal sebenarnya amerika yang membunuh 7 jendral melalui tangan soeharto. Mari kita keluar dari kebodohan kita ini.

  24. Wardoyo mengatakan:

    Jumlah pki yang dibantai menurut sarwo edhie sebanyak 3 juta bung !!!

  25. Agung Herlambang mengatakan:

    gak nyangka ada orang indonesia yang jadi penghianat bangsa…
    cabut aja status pahlawan nya…

  26. dpn kompi mengatakan:

    mungkin banget adam malik anggota cia.dulu banyak meragukan suharto adalh anggota cia.sekarang banyak fakta suharto adalah anggota cia.

  27. ISRAHELL mengatakan:

    saya percaya

  28. Mboh sakkarepmu mengatakan:

    Pertanyaan yg penting adalah kenapa komunis dibantai,adalah karena faham yg anti hak milik bangsa asing,anti swasta asing,anti perusahaan atas nama bangsa asing dlm negara.sehingga amerika merasa perlu membubarkan faham tersebut agar bisa berdiri PT Freeport,atau Exxon dg atas nama milik amerika.mana profesor ideologi tata negara Indonesia,apakah opini ini logis.dan tema dari G30S’65 sebenarnya adalah keinginan amerika menguasai kekayaan alam yg dimiliki oleh Indonesia,negara hanya tinggal menjelaskan saja bhw kita masih dijajah,dg cara yg baru,negara hny tinggal berkata mana banteng banteng Indonesia,hanya tinggal bilang itu saja.sini aku mau daftar perang lawan amerika,ini dadaku mana bom nuklirmu,aku nggak takut mati,banteng Indonesia pantang mundur,persetan dg nyawa yg hidup ditanah jajahan.

  29. Mboh sakkarepmu mengatakan:

    Logikanya pak lek,nggak ada maling akan berani ngaku,sesulit apa saja menyangkal akan dilakukan oleh negara ini untuk menutupi kebusukannya yg telah mengkhianati tanah tumpah darahnya sendiri.dg berkompilasi dg imperialis amerika.yg boleh rakyat lakukan hanya diam,bengong dan tolol.

  30. Mboh sakkarepmu mengatakan:

    Luruskan sejarah G30S/CIA,tuntut amerika bertanggungjawab atas tragedi kemanusiaan th 1965,itu yg harus dilakukan Indonesia,bukan menutup nutupinya.dan malah suharto algojo CIA dijadikan pahlawan,apa apaan negara ini.

  31. Hendrik mengatakan:

    beberkan dong fakta-faktanya.

  32. si Bolang mengatakan:

    Sejarah yg kupelajari di masa sekolah ternyata ngawur, lek…. suram tanah air ku, luluh negeri ku, berlinang air mata ibu pertiwi meilihat anak negeri membantai sesamanya. mari saudara ku jadikan ini hikmah untuk lebih mempererat tali persaudaraan kita dan bangkit dari kebodohan kita…!

  33. Jaka Langlang mengatakan:

    Jangan-jangan gue juga agen CIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: