Banyak Mantan Tahanan Guantanamo Sangat Menderita

PDF Print E-mail
Wednesday, 19 November 2008 02:29

Banyak mantan tahanan yang dibebaskan dari pusat tahanan AS di Teluk Guantanamo, mengalami beban berat. Selain mengalami gangguan fisik, dijauhi masyarakat dan terlilit hutang

Hidayatullah.com–Banyak mantan tahanan yang dibebaskan dari pusat tahanan AS di Teluk Guantanamo, Kuba, secara fisik dan kejiwaan trauma, dirongrong utang dan dijauhi oleh masyarakat karena dianggap sebagai tersangka teroris, demikian hasil suatu studi.

Dua-pertiga mantan tahanan yang diwawancarai antara Juli 2007 dan Juli 2008 menderita akibat masalah kejiwaan, termasuk mimpi buruk, luapan amarah, penarikan diri dari masyarakat dan depresi, demikian hasil studi oleh beberapa peneliti di University of California di Berkeley (UCB).

Laporan yang berjudul Guantanamo and its Aftermath tersebut adalah studi luas pertama terhadap tahanan yang dibebaskan dari pusat tahanan AS Guantanamo.

“Saya telah kehilangan harta saya. Saya telah kehilangan pekerjaan saya. Saya telah kehilangan keinginan saya,” kata seorang pria Afghanistan, salah seorang dari 62 mantan tahanan di sembilan negara yang diwawancarai tanpa disebutkan nama mereka oleh para peneliti untuk laporan yang disiarkan oleh San Francisco Chronicle, Senin (17/11).

Seorang pria lagi, tanpa pekerjaan dan miskin, mengatakan keluarganya mendepat dia setelah ia pulang, dan istrinya pergi untuk hidup bersama keluarganya. “Saya mempunyai tas plastik untuk menyimpan barang-barang saya yang saya bawa-bawa setiap waktu,” katanya. “Dan saya tidur setiap malam di masjid yang berbeda.”

Banyak mantan tahanan juga melaporkan rasa nyeri yang sering atau selalu terasa akibat perlakuan yang mereka alami selama di dalam tahanan. Enam orang mengatakan bahwa buat mereka, perlakuan itu meliputi diikat dari langit-langit di satu pangkalan udara AS, kata studi tersebut.

Laporan itu menyerukan pembentukan satu komisi untuk menyelidiki keadaan di Guantanamo dan penjara lain tempat tersangka pelaku teror ditahan dan, kalau perlu, menyarankan penyelidikan penyelidikan pidana pada semua tingkat sipil dan komando militer.

“Kami tak dapat membersihkan bab kelam ini dalam sejarah bangsa kami semata-mata dengan menutup pusat tahanan Guantanamo,” kata Eric Stover, Direktur Pusat Hak Asasi Manusia, UCB. “Pemerintah baru harus menyelidiki apa yang salah dan siapa yang mesti bertanggung jawab.”

Presiden terpilih AS Barack Obama telah mengatakan ia berencana menutup Guantanamo. Selama kampanye, ia mengeritik komisi militer yang didirikan Presiden George W. Bush untuk mengadili sedikit tahanan di pangkalan itu dan mengatakan ia lebih memilih pengadilan sipil reguler atau pengadilan militer, tempat para tersangka memiliki hak lebih besar.

Namun Obama belum mengumumkan rencananya bagi pengadilan tersebut atau bagi mayoritas tahanan yang kini ditahan tanpa dakwaan. [xin/ant /www.hidayatullah.com]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: