Polisi Izinkan Ryan-Noval Bercinta

Agustus 6, 2008 oleh eddymesakh

* Ulahnya Bikin Jengkel Petugas

AWALNYA ditolak, namun akhirnya polisi memenuhi permintaan Verry Idham Henyansah alias Ryan (30) untuk bermesraan dan bercinta dengan kekasihnya, Noval Andreas.

Saat pemeriksaan hari pertama menggunakan alat pendeteksi kebohongan (lie detector) di Gedung Labfor Cabang Surabaya, Senin 4 Agustus 2008, polisi menolak permintaan Ryan untuk menyalurkan hasrat biologisnya bersama Noval.

Pada pemeriksaan hari kedua, Selasa 5 Agustus 2008, yang dimulai pukul 09.00 WIB, tersangka pembunuh berantai terhadap 11 orang itu mengaku tak nyaman dan kurang rileks karena kangen pada Noval. Dari 30 pertanyaan yang disiapkan petugas, dia hanya menjawab 10 pertanyaan.

Pemeriksaan akhirnya ditunda beberapa kali. Penyidik yang terus memanjakan Ryan kemudian mempertemukannya dengan Noval yang ada di ruang penyidik Satpidum Ditreskrim Polda Jatim. Alasan Ryan kangen kepada Noval itu terkesan dibuat-buat dan membuat jengkel petugas. Sebab, saat jeda pemeriksaan untuk makan siang, Ryan telah dipertemukan dengan Noval untuk melepas kangennya.

Kepala Labfor Cabang Surabaya Kombespol Bambang Wahyu Suprapto menjelaskan, untuk pemeriksaan dengan alat lie detector itu, kondisi orang yang diperiksa harus benar-benar rileks. Kita tidak bisa melanjutkan pemeriksaan jika yang bersangkutan merasa lelah dan tegang,” ujar Bambang Wahyu.

Namun semua itu agaknya pertemuan dengan Noval masih belum lengkap. Ryan juga ingin kebutuhan biologisnya dipenuhi. Akhirnya, pada malam harinya, pasangan sejenis itu dipertemukan lagi di ruang Kasat Pidum I Direskrim Polda Jatim.

Menurut sumber Surya (grup Tribun) di Mapolda Jatim, dalam ruangan itulah dua lelaki berpostur tinggi besar itu tanpa malu-malu langsung bermesraan.

Berbagai adegan layaknya sepasang kekasih yang sedang berahi dilakukan di hadapan penyidik. Bahkan, keduanya nyaris berhubungan badan. Keduanya tidak malu meski ada orang lain di ruangan itu,” ujar polisi tersebut. “Ya seperti orang laki-laki dan perempuan saja. Mereka melakukannya sampai puas. Bahkan keduanya suka mandi bersama,” imbuh dia.

Adegan bermesraan pasangan homoseksual itu berlangsung cukup lama. Mulai dari berpegang-pegangan, saling elus, hingga berciuman. Perbuatan ini dilakukan di atas sofa ruang Kasat Pidum AKBP Susanto. Kelihatannya mereka mencapai titik kepuasan. Setelah itu keduanya baru merasa malu karena dilihat banyak orang,” ujar sumber itu.

Memang, selama menjalani pemeriksaan di Polda Jatim, ada saja permintaan yang diajukan pria gay ini. Soal makanan misalnya, Ryan meminta disediakan sop buntut dan jus durian. Ryan dan Noval pun tidak lagi ditahan dalam sel terpisah. Keduanya selalu bersama dalam ruang penyidik. “Kalau dimasukkan ke sel dikhawatirkan Ryan akan bunuh diri,” kata seorang polisi.

Uji kebohongan

Selain Ryan, pemeriksaan dengan menggunakan lie detector juga dilakukan terhadap Akhmad Sadikun, ayah Ryan. Sekitar pukul 15.09 atau 10 menit setelah Ryan dibawa kembali ke Gedung Labfor, Akhmad Sadikun digelandang keluar oleh petugas. Wajahnya terlihat kusut. Meski dicecar pertanyaan oleh wartawan yang telah menunggunya di depan Gedung Labfor, mulut suami Kasiyatun ini terkunci rapat.

Ibu Ryan juga bakal diuji menggunakan lie detector. Kepala Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya Kombes Pol Bambang Wahyu Suprapto mengatakan, keduanya akan menjalani uji kebohongan secara terpisah. “Ya gantian. Mungkin ayahnya dulu yang akan kita uji,” jelasnya.

Siyatun tampak mengenakan baju batik warna merah motif bunga berjilbab hitam. Sedangkan Ahmad mengenakan kemeja warna cokelat. Mereka berjalan kaki dan dikawal 6 petugas dari Sat Pidum Ditreskrim Polda Jatim ke gedung Labfor.

Ryan dan Noval telah dibawa kembali ke Polda Metro Jaya, Jakarta. Mereka dibawa menggunakan mobil terpisah. Ryan menumpang Toyota Kijang Innova warna silver nopol B 8360 GK sementara Noval dengan mobil van Suzuki hitam nopol B 1877 NS. Mereka tiba di ruang tahanan narkoba Polda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (6/8 ) sekitar pukul 13.30.

Ryan mengenakan kaus hitam dan celana pendek jins. Sedangkan Noval mengenakan kaus bergaris dan celana panjang. Dengan tangan terborgol, keduanya digiring petugas ke rutan. Wajah Ryan tampak tenang. Sementara Noval yang juga diborgol tetap berusaha menutupi wajahnya dengan topi.

Ryan telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap 11 orang. Jagal asal Jombang ini dijerat pasal hukuman mati, yaitu pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ia juga dijerat pasal 338 mengenai pembunuhan biasa dan pasal 365 mengenai pencurian dengan kekerasan.(persda network/tja/st8 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: