Tamasya Ke Zaman Batu

TAMASYA KE ZAMAN BATU

Tulisan ini kubuat ketika rasa lelah dan jengkelku belum kunjung reda. Tidak kurang 4 jam sore tadi aku berputar wilayah Samarinda dan sekitarnya (mungkin kurang lebih 40 KM) hanya untuk mendapatkan setabung gas elpiji 12 Kg. Namun sampai melewati perbatasan luar kota bagian utara, hasilnya nihil. Seluruh toko eceran bahkan agen sekalipun semuanya menggelengkan kepala tanda kehabisan stock gas elpiji. Tak kurang lebih dari 20 orang aku juga berpapasan dengan para pencari gas sambil membonceng tabung kosong nya.

Malam ini rasa jengkelku menjadi jadi setelah ingin refresing dengan menonton televisi, namun seluruh channel dalam negeri serentak hanya menyiarkan Peringatan Seratus Tahun Kebangkitan Nasional di Senayan Jakarta yang dihadiri lengkap dengan Presiden, wakil presiden bersama dengan nyonya nyonya mereka. Dengan senyum kecut aku mengumpat (tentu saja hanya dalam hati karena tidak elok kalau kedengaran anak anakku yang lagi seksama menyaksikan atraksi terjun payung oleh TNI). Ya…hanya mengumpat yang bisa kulakukan melihat “dagelan” yang terjadi di panggung sandiwara negeri “penuh slogan” ini.

Bagaimana tidak, apakah para pemimpin di senayan itu tahu semakin hari betapa sulitnya hidup di negeri yang dipimpin nya ini. Andai saja mereka tahu, kemarin malam di ibu kota propinsi yang menyumbang devisa negara lebih dari 200 Trilyun per tahun ini, telah terjadi ke “ajaiban” yang luar biasa.

Ku katakan ajaib, karena di abad milenium ini kami diajak para pemimpin negeri ini untuk memasuki lorong waktu ke abad kegelapan atau bisa juga di sebut Zaman Batu. Kemarin malam puncak dari ketersiksaan hidup di negeri antah berantah ini. Telah satu minggu air bersih tak mampu dialirkan. Kami berusaha untuk berhemat air bersih. Lalu ditambah dengan asupan aliran listrik yang memang setiap dua hari dalam satu minggu ini terhenti. Lengkaplah penderitaan kami ke lorong waktu ketika gas elpiji pun begitu langka.

AIR BERSIH HABIS, TANPA LISTRIK DAN GAS ELPIJI. Bisakah kalian para pemimpin di Jakarta sana paham ? bagaimana mungkin rasa NASIONALISME dapat tumbuh subur dibawah PENJAJAHAN terselubung ini ? Muak …muak…muak…!!
Kebangkitan Nasional Apa…hah….!! Sini kalian…datang ke Samarinda ibu kota Kalimantan timur….apanya yang bangkit Hah….?!! Harga BBM….??????????

Bahh………, Klik……mending aku tidur….!!

By. A. Muttaqin

Satu Balasan ke Tamasya Ke Zaman Batu

  1. fnoor mengatakan:

    He…he… inilah kalau milih pemimpin tp yg dilihat hanya tampang doank… Kelihatannya serius & sibuk meeting melulu bahkan hari liburpun rapat kabinet tapi hasil yg diterima rakyat apa? Kesulitan broer…

    Iya.., cilakanya mayoritas rakyat gak ada yang mau belajar dengan pengalaman ini. Mungkin ini erat juga hubungannya dengan tingkat kecerdasan rakyat Indon kali ya…, sehingga yang waras selalu dikalahkan…he…he…!! (amq)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: