Wabah ACC Taklukan Asia

AYAT-AYAT CINTA MENAKLUKKAN ASIA TENGGARA

Film Ayat-Ayat Cinta (AAC) kini sudah diputar di bioskop-bioskop AsiaTenggara. Hari Senin, 24 Maret 2008, film ini mulai tayang serentak disejumlah negara Asia Tenggara (Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan lain-lain). Antusiasme penonton benar-benar luar biasa.

Bahkan di Malaysia, tiga hari pemutaran film AAC ini sudah menyedot sebanyak 1,5 juta penonton. Tampaknya tidak berlebihan, jika mengatakan, AAC kemungkinan besar akan menaklukan bioskop-bioskop di Asia Tenggara,khususnya di negara yang memiliki komunitas Muslim atau Melayu.

Banyak warga dari luar negeri yang menyukainya. Contohnya, di bioskop Batam (yang perbatasan dengan Singapura). Di sana ratusan warga Singapura rela antri buat nonton film AAC. Bahkan ada puluhan warga Singapura yang -karena kehabisan tiket-besoknya rela menginep di hotel Batam, sekadar supaya tidak kehabisan tiket lagi.

Lain lagi dengan warga Malaysia, yang memilih berdatangan ke Jakarta untuk nonton. Beberapa dari mereka ada yang menginap di Indonesia (karena ada yang punya sanak saudara di sini). Sejumlah warga Malaysia ada yang sempat protes dan marah besar, karena Fedi Nuril dipilih menjadi pemeran Fahri. Pasalnya Fedi dituding pernah berciuman dengan lawan mainnya, di film terdahulunya,sebelum bermain di AAC. Banyak warga Malaysia belum bisa menerima hal itu.

Dalam perkembangan lain, banyak kalangan perfilman luar negeri (dari Singapura, Malaysia, Inggris, Belanda, Kanada, Jerman, India, Thailand, Brunai Darussalam, Taiwan, Hong Kong, Jepang, Korea, dan banyak lagi; pokoknya mayoritas dari Asia) yang datang ke Indonesia. Mereka ingin membeli hak siar AAC di negara mereka. Pihak MD Entertainment yang membuat AAC sampai kewalahan.

Untuk di Indonesia saja, MD Entertainment sudah nekad habis-habisan membikin pita film sebanyak 100 copy. Padahal untuk film lain, MD rata-rata hanya membuat 24 copy. Bahkan untuk film terlaris sebelum munculnya AAC, hanya dibuatkan 28 copy. Maka, ini menjadi sejadi sejarah baru buat perfilman Indonesia.

Selain membeli hak siar film, para utusan dari Asia, Inggris, Belanda, Kanada, dan Jerman, juga membeli hak versi terjemahan atas novel AAC, untuk dialih bahasakan ke dalam bahasa mereka (AAC versi Malaysia sudah ada).

Sampai saat ini, Habiburrahman El-Shirazy atau Kang Abik, pengarang novel AAC, kabarnya sudah mendapatkan royalti sebanyak Rp 1,9 miliar. Tapi dia tetap hidup sederhana dan tidak membeli mobil baru. Malah uangnya dipakai buat membangun pesantren.

Dikabarkan, pihak MD Entertainment juga sudah membeli hak cipta novel ini buat dibikin versi layar lebar. Proses produksi film AAC menelan dana sekitar Rp 8 miliar. Dan setelah filmnya disiarkan, bukan hanya modal itu kembali, tapi MD Entertainment sudah meraih untung Rp 24 miliar. Sebuah rekor besar!

Manooj Punjabi rencananya bakal membikin AAC versi extended (yang diperpanjang). Katanya, dia bakal menghapus kekecewaan para pembaca novel AAC terhadap filmnya. Banyak yang bakal diubah dan ditambah di AAC versi extended nanti. Kemungkinan, isi cerita bakal disamakan dengan versi novelnya dan lebih mendalam.

Film AAC jelas bukan film sempurna dan punya banyak kelemahan. Kalau AAC mau disebut film dakwah, sejumlah kalangan Islam beranggapan, ada gambaran tentang ajaran Islam yang tidak akurat dan tidak pas di film tersebut. Maka mereka mengritik keras film AAC ini, yang dianggap jauh dari versi novelnya.

Namun, bagi sejumlah kalangan Islam lain, demam film AAC juga ada manfaat konkretnya. Misalnya, peningkatan budaya membaca, karena para penonton AAC yang belum sempat membaca novelnya jadi penasaran untuk membaca. Banyak siswa sekolah yang kini pergi ke mana-mana menenteng novel AAC. Selain itu, banyak gadis Muslimah, yang semula tidak memakai jilbab, kemudian terinspirasi dan memilih berjilbab, setelah membaca novelnya dan menonton film AAC. Film memang termasuk media yang memberi pengaruh kuat. ***

(Notes: berbagai data, khususnya tentang peredaran film AAC di Asia Tenggara, saya kutip dari Sdr. Dhafy di:http://ruangfilm.com/?q=image/ayat_ayat_cinta.

Satu Balasan ke Wabah ACC Taklukan Asia

  1. putri-bali mengatakan:

    it’s a nice site. keep on updating, i love to read much…
    bikebali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: