PILGUB KalTim, adakah harapan ?

PILGUB KalTim, adakah harapan ?

Kini Indonesia telah memberlakukan sistem pemilihan langsung terhadap kepala pemerintahannya. Mulai dari pemilihan presiden, gubernur, walikota hingga pemilihan bupati. Tak terkecuali di propinsi Kalimantan Timur, saat tulisan ini dibuat telah ramai persiapan persiapan untuk “pesta demokrasi” tersebut.

Proses penjaringan calon telah menjaring empat pasangan cagub dan cawagub. Beberapa diantara calon merupakan sosok yang tidak asing lagi bagi khalayak ramai, karena merupakan figur pemimpin pemerintahan seperti bupati dan walikota. Diantaranya juga ada pengusaha yang merangkap jadi anggota dewan.

Bagi rakyat pemilih (khususnya yang memiliki wawasan intlektual memadai) sangat mudah untuk memahami karakter masing masing calon tersebut, karena sepak terjangnya (baik yang positif maupun negatif) sudah begitu terang benderang. Rakyat hanya tinggal menghitung berapa banyak prestasi yang telah diukir para calon tersebut selama mereka memimpin daerahnya. Kalau jawabannya adalah ; “begitu banyak masalah yang ditinggalkan…”, maka pertanyaan berikutnya adalah : Bagaimana mungkin ingin dipercaya memimpin wilayah sekelas propinsi yang lebih besar, kalau memimpin yang lebih kecil saja seperti kota atau kabupaten tidak mampu ?

Hmm.., begitu mudah sebenarnya untuk menentukan pilihan. Namun kenyataan nya bisa saja tidak sesederhana itu. Para rakyat calon pemilih di daerah ini mayoritas masih dengan mudah di “bius” dengan kenikmatan sesaat. Bisa hanya berupa uang selembar lima puluh ribuan, selembar kaos, atau bahkan hanya dengan sebungkus nasi bungkus.

Dengan bius tersebut mereka dengan mudahnya meng-gadaikan diri untuk kembali di “siksa” selama 5 tahun dibawah kepemimpinan sang pem bius itu. Jalan jalan masih penuh koreng, listrik masih senin kemis, air PDAM tak lebih dari air coklat yang hanya menetes dimalam hari, sekolah masih mahal, kesehatan tak terjangkau, dll..dll berbagai macam jenis siksaan, akibat main coblos tanpa nalar yang sehat.

Kembali pada pertanyaan judul diatas ; ………..adakah harapan ?
oh…sulit sekali ternyata menjawabnya. Andai saja sistem pemilihan sudah mengakomodir calon perorangan yang tanpa harus tergantung “perahu partai”, mungkin alternatif pilihan kita bisa semakin banyak. Kita sebenarnya hanya butuh pemimpin yang memiliki integritas moral, itu yang nomer satu dan tak dapat ditawar. Baru berikutnya kita akan berbicara masalah leadership maupun kompetensi lainnya yang dibutuhkan seorang pemimpin.

Lalu…….adakah harapan ????…..,

Ingat gak sebuah iklan obat nyamuk yang diperankan seorang pembeli dan penjual (seperti babah liong). Ketika si pembeli bertanya “ ada gak yang lebih murah dari “……”…, lalu si babah liong menggeleng….!!

Geleng seperti babah liong itulah mungkin jawaban dari pertanyaan di atas !!

By ; Muttaqin Asykari April – 2008

Satu Balasan ke PILGUB KalTim, adakah harapan ?

  1. Ahmad Drakel- Ternate mengatakan:

    Taqin, sebetulnya masih ada harapan…, karena dalam sebuah proses perubahan pastinya butuh waktu. Saya contohkan, di zaman Jahiliyah, orang2 menyembah pd patung dan berhala, pada zaman itu pula muncul pemimpin-pemimpin kecil yg menganggap diri sbg Tuhan. Namun semua itu tidak bertahan terlalu lama. Sampai akhirnya Tuhan menurunkan seorang pemimpin Dunia (Rasulullah SAW) yang harus diteladani. Dari catatan saya ini InsyaAllah Partai politik yang baik mencalonkan pemimpin yg baik kpd rakyat yg baik pula.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: