Siapa Takut..?

Siapa Takut J
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
 
Seorang teman menyampaikan ke saya bahwa kalau saya mau menulis sehari satu kejadian, satu minggu 7 artikel, 1 bulan 30 artikel dan satu tahun 365 artikel.  Berarti saat ini saya sudah punya buku J.  Tentu saja jangan membayangkan bahwa buku tersebut diterbitkan oleh sebuah penerbit J karena lebih kepada banyaknya kumpulan artikel saya,  jika saya konsisten sehari satu saja minimal.  Menulis apa saja, kejadian apa saja.

Sebenarnya saya takut sekali menulis, takut tidak bisa, apalagi menerima kenyatan bahwa tulisan saya masih tendensius bahasanya.  Masih menyindir orang dengan kasar mungkin.

Dulu…. Seorang sahabat yang sangat saya sayangi mengkomplain buku harian saya yang tidak sengaja dibacanya.  Katanya tulisan saya memojokkan dirinya, dan dia tidak senang saya menulis begitu.  Saat itu saya berhenti menulis di diari saya.  Mampet total rasanya.

Saya mencoba menulis lagi setelah beberapa tahun berlalu, dengan awalan yang mungkin sangat terasa kaku, saya menemukan gaya tulisan saya yang ceria.  Tapi sebuah kejadian yang sangat mengecewakan saya terjadi dan saya berhenti menulis lagi.  Rasanya sense saya melihat sekitar hilang lagi.

Beberapa minggu kemudian saya mencoba menulis sesuatu, apa saja, bahasa yang kaku, kalimat yang belum focus ke inti permasalahan, saya biarkan saja dengan harapan akan berkembang seiring waktu.  Practise make perfect katanya.

Tapi kali inipun tanpa dinyana tanpa diduga, seorang sahabat yang sangat saya sayangi kembali keberatan dengan gaya tulisan saya yang isinya menyindir.  Mungkin kelihatan sekali dari kalimat yang masih to the point.  Masih membuat orang yang membaca sakit hati. 

Masalahnya sekarang adalah, apakah saya harus berhenti menulis lagi, ataukah malah lebih rajin menulis agar bahasa saya terlatih dan bertambah baik hasilnya.

Ada baiknya saya terus menulis, mungkin tulisan tulisan saya akan menyakiti perasaan beberapa orang.  Tapi jika saya berhenti, saya tidak akan pernah tahu apakah saya bisa menulis dengan baik atau tidak.  Seperti kata Valentino Rossi di otobiografinya What If I had Never Tried It  Valey bisa menjadi juara dunia karena mencoba pada awalnya.  Dan tentu saja tidak mudah mengawali sesuatu.

Jika kita tidak memcobanya, bagaimana kita punya kelanjutannya.

Seorang teman bilang : Jika tidak punya mimpi, bagaimana bisa mewujudkan mimpi dalam kenyataan.

Jadi……… menulis…………. Siapa takut J

Buat Sahabatku :

Maaf jika tulisanku menyakiti hati, tapi jika saya berhenti dan tidak berlatih, aku tidak akan tahu apakah aku bisa menulis dengan santun atau tidak.
 
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh//
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: