Psikologi Bahasa Tubuh

bahasa-tubuh-11JANGAN marah jika Anda disebut sombong, hanya karena Anda tak acuh pada lawan bicara. Usah tersinggung bila Anda disebut congkak, cuma karena Anda abai pada orang yang mengajak bicara. Bahasa tubuh Anda bisa menceritakan siapa Anda sesungguhnya: beradab atau tak berbudi.

Jangan berang juga, jika orang-orang tak beradab ternyata berasal dari golongan berpunya. Sementara orang-orang santun dan tahu aturan menjadi ciri kelompok manusia kebanyakan. Jadi, orang kaya biasanya sombong. Orang biasa, yah biasa saja.

Jangan langsung terpengaruh, sebab ini cuma temuan penelitian tim psikologi dari University of California yang dilansir di situs livescience.com. Mereka menyimpulkan, kelompok orang dari kelas sosial ekonomi mapan cenderung angkuh dan tidak menghargai orang lain.

Psikolog Michael Kraus dan Dacher Keltner membuat kesimpulan itu berdasarkan riset terhadap 100 mahasiswa, yang dibagi menjadi 50 pasangan. Satu mahasiswa berlatar keluarga kaya dipasangkan dengan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Di antara mereka tak saling kenal.

Tiap pasang mahasiswa beda kasta itu, kemudian diwawancarai atau persisnya diajak berbincang-bincang ihwal topik tertentu selama 60 detik. Tiap mahasiswa mendapat jumlah pertanyaan dan waktu yang sama dari pewawancara.

Bukan isi pembicaraan atau jawaban sang mahasiswa yang jadi catatan utama. Yang direkam dan dicermati dengan seksama adalah sikap atau perilaku mereka selama berlangsungnya percakapan. Persisnya, bagaimana bahasa tubuh mereka masing-masing. Mau tahu hasilnya?

Mahasiswa kaya memperhatikan benda-benda di sekitar tempat wawancara rata-rata selama dua detik, sementara mahasiswa miskin tidak melakukannya. Mahasiswa kaya agak sibuk pada penampilannya, sedangkan mahasiswa miskin tidak. Mahasiswa miskin menganggukkan kepala, tersenyum, dan mengekspresikan mimik muka perhatian, rata-rata satu sampai dua detik lebih banyak dibanding mahasiswa kaya.

“Kita memang berbicara dalam satuan detik, tapi jangan lupa wawancaranya hanya satu menit,” kata Kraus. “Coba Anda kalkulasikan jika kejadiannya dalam hitungan hari.” Apalagi berbilang bulan, terlebih tahun.

Menurut Kraus, temuan penelitiannya mengingatkan pada adanya kecenderungan “kebinatangan” pada diri manusia. Ia mengamsalkan, mahasiswa kaya itu seperti burung merak yang selalu memamerkan bulu-bulunya. Bahasa tubuh mahasiswa tajir seolah berkata, “I’m fit” atau “I don’t need you”.

“Di dunia binatang, perebutan status selalu memunculkan konflik,” kata Kraus. Manusia juga begitu. Dengan bahasa tubuh tertentu misalnya, kelompok manusia kaya atau berpengaruh hendak mengatakan, “Anda beda kelas dengan saya. Jadi, jangan coba-coba berurusan dengan saya.”

Sementara itu, mengingat keterbatasannya, manusia tidak kaya agak sulit mengalahkan kelompok borjuis. “Sumber daya kelompok miskin memang terbatas. Itu sebabnya, secara psikologis mereka cenderung sangat tergantung pada lawan kelasnya,” Kraus menggeneralisir hasil penelitiannya.

Sumber : http://enterfiles.wordpress.com/2009/02/13/ilmu-bahasa-tubuh/

About these ads

Satu Balasan ke Psikologi Bahasa Tubuh

  1. Johan mengatakan:

    Hmmm…, hasil penelitian yg cukup menarik nih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: